Jumat, 31 Mei 2013

Responding Paper


Agama Aborigin
Abdul Malik
(1110032100053)

A.Sejarah Agama Suku Aborigin di Australia
Kata”Aborigin” kata Aborigin dalam bahasa Inggris mempunyai arti”penduduk asli/penduduk pribumi”,dan mulai digunakan sejak abad ke-17 untuk mengacu kepada penduduk asli Australia saat itu. Sebutin ini diambil dari bahasa latin”ab origine”,yang berarti”dari awal”dan diperuntukan bagi penduduk yang sejak semula tinggal disuatu daerah atau pulau.[1]Bahasa asli suku Aborigin terkait dengan bahasa Australia dikenal dengan bahasa Nyungan dan non-Pama Nyungan.
B.Asal Usul Suku Aborigin
-    Bangsa Aborigin
Aborigin merupakan penduduk asli benua Australia. Aborigin Australia merujuk pada orang Aborigin dan penduduk pulau dari selat Torres. Sekitar 70 ribu tahun silam Aborigin menempati Australia.[2]
-          Budaya Aborigin
Etnik Aborigin mengembangkan budaya mereka sendiri sesuai kondisi lingkungan. Mereka hidup dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan(food gathering).
Budaya yang terkenal dari suku Aborigin adalah senjata berburu yang sering  digunakan ialah Bumerang.. Suku Aborigin berburu binatang liar seperti kanguru(binatang khas Australia).[3]
-          Kontak Budaya Luar
Orang Aborigin pertama kali kontak dengan orang Indonesia,ini dibuktikan dari kegiatan pencarian Tripang yang dilakukan oleh pelaut-pelaut Makassar(Bugis). Kisah pencarian tripang ini menjadi kontak budaya antara suku Aborigin dengan pendatang-pendatang Bugis.


-          Tradisi
Menurut tradisi Aborigin,tanah merupakan bahagian yang sangat penting dalam kehidupan mereka. Tanah bersifat sacral,pemilik tanah mutlak untuk menjaga keharmonisan jagad raya. Daratan Australia dibatasi oleh suku Aborigin dengan wilayah sucinya(border),diwilayah itulah mereka melakukan berburu,mengumpulkan bahan makanan dan melaksanakan upacara-upacara keagamaan.
C.Sistem Kepercayaan dan Ajaran
Orang-orang Aborigin memiliki kepercayaan Dream Time. Mereka percaya kepada arwah nenek moyang dan kekuatan magis yang dimiliki oleh alam terutama binatang. Peranan Orang Tua sangat signifikan, karena adanya dewan orang tua (Council of Elders) berperan dalam menentukan perang antar suku,upacara kelahiran,sunatan,pembagian makanan,dan upacara kematian.
D. Ritual  Adat Aborigin
Suku Aborigin memiliki banyak ritual dalam kehidupannya,namun ada dua hal yang sacral dan menonjol yaitu sebagai berikut:
-          Pemakaman
Mereka menguburkan orang mati dengan cara memakamkannya diatas pohon(tree burial),yang mempunyai arti untuk menghormati siklus kehidupan. Upacara ini disertai dengan tari-tarian untuk membuat arwah orang meninggal menjadi tenang. Setelah beberapa tahun,tulang-tulang yang bersisa dari si mayit digunakan untuk upacara sacral untuk menghormati arwah nenek moyang mereka.[4]
-          Sunat
Ritual sunat suku Mardudjara suku Aborigin Australia,mempunyai kriteria untuk pemuda yang disunat yaitu harus berumur 15-16 tahun,dalam ritual ini pemuda diletakkan di api unggun,kemudian dada si pemuda diduduki oleh kepala suku dengan menhadap kea rah kemaluan si pemuda,setelah itu kulit kemaluannya dipotng dengan menggunakan pisau yang sudah dijampi-jampi,kemudian kepala suku menyuruh si pemuda membuka mulutnya dan si pemuda harus menelan mentah-mentah kulit kemaluan yang sudah dipotong,tanpa harus dikunyah.[5]
E.Seni dan lukisan Aborigin Australia
Seni pahat batuan dan lukisan kulit kayu yang menampilkan kehidupan Aborigin yang selaras dengan alam. Hubungan antara masyarakat Aborigin dan lingkungannya paling terlihat dari penggunaan warna alami dalam lukisan yang terbuat dari oker (ocher).




[1] http;//id.wikipedia.org/wiki/Aborigin
[2] Black War;the destruction of Tasmanian Aborigines,Runoko Ashidi
[3] Ensiklopedi Nasional Indonesia,penerbit PT Delta Pamungkas,2004
[4] Tony Swain and Garry Trompf,The religion of oceania,librarian of religious beliefs and practices.1995,hal.21
[5]http;//5besar.blogspot.com/2012/10/5-besar-adat-pemakaman-unik-dunia.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar