Agama Yunani Kuno
Abdul Malik
(1110032100053)
A.Sejarah
dan Perkembangan Yunani Kuno
Istilah
Yunani Kuno diterapkan pada wilayah yang menggunakan bahasa Yunani pada zaman
kuno. Wilayahnya tidak hanya terbatas pada semenanjung Yunani modern,tapi juga
termasuk wilayah lain yang didiami orang-orang Yunani, diantaranya Siprus dan
kepulauan Aigea, pesisir Anatolia (Lonia pd saat itu). Sisilia dan bagian
selatan Italia (Yuanai besar), serta pemukiman Yunani lain yang tersebar
sepanjang pantai, kolkhis, Illyria, Tharkia, Mesir, Kyrenaika, Galia selatan,
dan Taurika.
Yunani
Kuno terbagi menjadi 3 periode,yaitu:[1]
·
Yunani Arkais
Periode Arkais dimulai pada abad
ke-8 sm,ketika Yunani mulai bangkit dari zaman kegelapan yang ditandai dengan
keruntuhan peradaban Mykenai telah dilupakan,akan tetapi bangsa Yunani
mengadopsi alphabet Punisia,memodifikasinya dan menciptakan alphabet
Yunani.Sekitar abad ke-9 SM catatan tertulis mulai muncul. Yunani saat itu
terbagi-bagi mebnjadi banyak komunitas kecil yang berdaulat,terbentuk sesuai
pola geografis Yunani.
·
Yunani Klasik
Athena dan Sparta bersekutu utnuk
menghadapi ancaman asing yang sangat kuat dan berbahaya,kekaisaran
Persia.Setelah menindas Pemberontakan Ionia, Kaisar Darius 1 dari
Persia,Maharaja Kekaisaran Akhemeniyah memutuskan untuk menaklukkan Yunani.
Serangan Persia pada tahun 490 SM diakhiri dengan kemenangan Athena dalam
pertempuran Marathon dibawah kepempinan Militiades Muda.
Alexander Agung,putra dan pewaris
Philippos,melanjutkan perang. Alexander mengalahkan Darius III dari Persia dan
menghancurkan kekaisaran Akhemeniyah sepenuhnya, serta memasukkannya ke dalam
kekaisaran Makedonia. Karena kehebatannya,ia memperoleh gelar ”Agung”. Ketika
Alexander wafat pada 323 SM, kekuasaan dan pengaruh Yunani berada pada
puncaknya. Terjadi perubahan politik,sosial dan budaya yang mendasar, semakin menjauh dari polis (Negara kota) dan lebih
berkembang menjadi kebudayaan Hellenistik.
·
Yunani
Hellenistik
Dimulai pada tahun 323 SM,ditandai
dengan berakhirnya penaklukkan Alexander Agung dan diakhiri dengan penaklukkan
Yunani oleh Republik Romawi pada 146 SM. Meskipun demikian berdirinya kekuasaan
Romawi tidak memutuskan kesinambungan system sosial kemasyarakatan dan budaya
Yunani,yang tetap tidak berubah hingga bangkitnya agama Kristen,yang menandai
runtuhnya kemerdekaan politik Yunani.
B. Ajaran dan Praktek Keagamaan Yunani Kuno
Agama Yunani meliputi kepercayaan dan
ritual yang dipraktekkan dalam bentuk agama maupun kultus. Agama Yunani
mempunyai pengaruh pula sampai diluar Yunani. Banyak orang Yunani yang menyembah
dewa dan dewi utama: Zeus, Poseidon, Hades, Apollo, Artemis, Afrodit, Ares, Dionisos,
Hefaistos, Athena, Hermes, Demeter, Hestia dan Hera, meskipun filsafat semacam
stoikisme dan beberapa bentuk Platonisme mengguakan bahasa yang nampaknya
menunjukkan dewa tunggal yang transenden[2].
Kota-kota yang berbeda kadang menyembah dewa yang sama,kadang dengan julukan
yang mencirikan mereka sesuai dengan keadaan lokal. Praktik keagamaan orang
Yunani meluas sampai ke luar daratan utama Yunani,ke pesisir Ionia di Asia Kecil,ke
Yunani besar(Sisilia dan Italia Selatan) dan ke
koloni-koloni Yunani yang tersebar di Mediterania Barat,seperti misalnya di
Massalia(Marseille). Agama Yunani Kuno dipengaruhi oleh kepercayaan dan kultus
Etruska untuk kemudian membentuk banyak bagian dari agama Romawi Kuno.
A. Asal-usul
Masyarakat Yunani
Peradaban
pertama berkembang di Pulau Kreta, peradaban ini disebut peradaban Minos
(Minoa), kira-kira tahun 2000-1450 SM. Bangsa Minos mungkin datang dari Asia
Kecil. Pulau Kreta memiliki istana-istana yang dipimpin oleh seorang raja.
Pusatnya ada di Knossos. Peradaban masyarakat ini sudah sangat tinggi, sudah
mempunyai kuil-kuil untuk ibadah dan sudah mempunyai ritual keagamaan.
B. Kerajaan
Yunani Kuno
Pada
saat Yunani setelah penaklukkan darius mengusir Persia, kemudian ada era
kejayaan Yunani (Athena). Runtuhnya Yunani, karena adanya perang antara Sparta
dan Athena yang menyebabkan kerajaan Yunani menjadi lemah. Disaat lemah
tersebut, Philipus menaklukkan Yunani.
C. Era
Helenisme
Era
helenisme adalah era setelah datangnya Alexander the Great. Perpaduan antara
kebudayaan Yunani dan Persia pada saat itu yang disebar luaskan oleh raja saat
itu.
D. Peradaban
Yunani Kuno
Peradaban
yang dibawa oleh Alexander Agung memperkembangkan konsep pemerintahan yang
menggabungkan peradaban Antara Yunani dan Persia, membangun negara baru dan
membangun imperium.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar