Agama Sikh
Abdul Malik
(1110032100053)
A.Sejarah
Agama Sikh
Salah satu
agama terbesar, diantaranya ialah agama Sikh, tepatnya wilayah bagian Punjab, yang dalam
literatur-literatur Barat disebut The Sikh Religion atau The Religion
of Sikh atau Sikhism yang bisa diterjemahkan menjadi Sikhisme.
Agama-agama lainnya adalah Hinduisme, Jainisme, Buddhisme dan sejumlah besar
aliran atau sekte keagamaan lainnya.[1]
Jumlah seluruh
penganut Sikh di dunia ini berkisar 10’an juta orang. Segala sesuatu tentang mereka ini
luar biasa, pakaian mereka, sejarah mereka, dan terutama sekali adalah
kelahiran mereka.
kebanyakan orang Sikh hidup di daerah Punjab
(daerah yang mempunyai lima sungai), suatu propinsi yang luas, terletak di
bagian utara India. Sejak pemisahan India di tahun 1974, lebih dari 2 juta
orang Sikh harus meninggalkan rumah dan kampung halaman dan kekayaan mereka di
daerah yang diserahkan kepada Pakistan. Mayoritas orang Sikh sekarang berada di
Punjab Timur yang menjadi milik India.
Agama Sikh itu bermakna: para Murid. Agama Sikh
bermakna Agama para Murid. Dimaksudkan ialah para Murid dari pembangun
agama Sikh itu. Oleh karena sang Guru itu pada masa belakangan dikultuskan
sebagai penjelmaan Tuhan di bumi maka pengertian para Murid itu dimaknakan
dengan Murid Tuhan.[2]
Guru Nanak merupakan pembawa sekaligus pendiri
agama Sikh. Riwayat hidupnya yang lengkap termuat dalam sebuah buku yang
dikenal dengan nama Janam Sakhis, Kisah-kisah Kehidupan. Max Arthur
Macauliffe menulis sebuah buku yang berjudul The Sikh Religion: It’s Gurus,
Sacred Writings and Authors, 6 jilid (London: Oxford University Press,
1909), yang memuat terjemahan lengkap Janam Sakhis tersebut.
Guru Nanak dilahirkan di Talwandi Rai Bhoe,
sebuah desa kecil di tepi sungai Ravi, sekitar empat kilometer sebelah barat
Lahore, ibu kota wilayah Punjab, pada tanggal 15 April 1469. Desa tersebut
sekarang dikenal dengan nama Nankana Sahib, yang berarti “desa tempat kelahiran
Nanak.” Dari sudut kacamata Hindu, orang tuanya memiliki kasta Ksatria.
Ayahnya, Mehta Kalu, adalah seorang Patwari,
atau Akuntan desa, yang bekerja pada perusahaan milik Rai Bular, seorang
Muslim, pemilik tanah yang luas di desa itu. Ibunya, Tripta, adalah seorang
Hindu yang fanatik. Mereka adalah keturunan suku Khattri yang termasuk bangsa
Arya. Oleh sebab itu agama Sikh dikategorikan sebagai agama yang lahir atau
berasal dari bangsa Arya, sebagaimana halnya agama Hindu, Jain dan Zoroaster.
Guru masing-masing dalam perjalanan sejarah agama Sikh:
1.
Guru Nanak.
2.
Guru Angarh (1539-1552).
3.
Amar Das (1552-1574).
4.
Ram Das (1574-1581).
5.
Arjun (1581-1606)
6.
Har Gobind (1606-1645)
7.
Har Rai (1645-1661)
8.
Hari Krishen (1661-1664)
9.
Tegh Bahadur (1664-1675)
10. Govind Singh (1675-1708)
C. Ajaran Agama Sikh
1.
Tentang Tuhan Yang Maha Esa
2.
Tentang Sabda adalah Kata Tuhan
3.
Tentang Guru sebagai Penuntun Hidup Abadi
4.
Tentang Praktek Spirituil (Sadhana)[3]
D. Peraturan yang diajarakan Guru Nanak:
1.
Engkau harus percaya pada Tuhan Yang Maha Esa
2.
Engkau harus menghormati manusia sesamamu, baik laki-laki
maupun wanita, dengan respek yang sejajar.
3.
Engkau harus mempunyai rasa peri-kemanusiaan yang luas
dan mendalam.
4.
Engkau harus memajukan watak pribadimu dengan perbuatan
kebajikan yang mulia dan luhur.
5.
Engkau harus selalu ingat kepada Tuhan.
6.
Engkau tidak boleh buta akan kepercayaan.
7.
Engkau harus menolak perbedaan kasta.
8.
Engkau tidak boleh berjanji dengan mempergunakan bentuk
dan adat istiadat agama.
9.
Engkau tidak boleh menyangkal kenyataan dunia ini.
10. Engkau tidak boleh percaya
dengan peraturan seorang pemimpin rohani akan penyelamatan dirimu atas hukuman
Tuhan.[4]
E. Konsep Ketuhanan Agama Sikh
Konsep
‘Mul Mantra’ merupakan konsep yang dijadikan pijakan penganut agama Sikh.Konsep
ini menjadi landasan dasar agama Sikh yang termuat di dalam bagian permulaan
kitab suci agama Sikh yaitu Sri Guru Granth Shahib. Dalam kitab Sri Guru Granth
Shahib volume 1, pasal 1 ayat 1 disebutkan istilah ‘JapojiMul Mantra’.Ayat
tersebut berbunyi “Hanya ada Allah Tuhan Yang Esa”.Tuhan itu disebut Dadru,
‘Sang Pencipta’, atau ‘Dia yang terbebas dari rasa takut dan rasa kebencian’,
‘Dia Yang Kekal’, ‘Dia yang tidakdilahirkan’. Agama Sikh ini secara tegas
menyatakan diri sebagai agama monotheisme. Dan Tuhan Yang MahaKuasa yang tidak
tampak wujudnya itu disebut ‘EkOmkara’, sedangkan Tuhan yang tampak wujudnya
disebut ‘Omkara’
. F. Ritus
Gurdwara adalah sebuah kuil peribadatan pemeluk Sikh. Dalam agama Sikh, kesh atau rambut yang terpotong, adalah salah
satu simbol terpenting. Sepanjang apa pun, rambut, jenggot, dan semua bulu yang
tumbuh di sekujur tubuh tak boleh
dipotong. Memasuki tempat suci ini, semua orang diharuskan untuk menutup
rambutnya, boleh dengan surban, topi, kerudung, atau kain, karena di dalam
ajaran agama Sikh “Rambut adalah lambang kesucian yang dianugerahkan Tuhan
kepada umat manusia. Tidak memotong rambut berarti menerima dan mensyukuri apa yang
dianugerahkan oleh Tuhan.”
G. Eskatologi
Kepercayaan dalam agama Sikh tentang hidup setelah mati rupanya
ajarannya sama dengan Islam. Adapun perbedaan yang mendasar di dalam
ajaran agama Sikh dengan agama Islam adalah tidak adanya kepercayaan di dalam
agama Sikh tentang hari akhir. Mereka masih mempercayai nirwana yang diajarkan
oleh agama Hindu Brahmana.
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar