Jumat, 31 Mei 2013

RESPONDING PAPER


Agama Sikh
Abdul Malik
(1110032100053)
A.Sejarah Agama Sikh
Salah satu agama terbesar, diantaranya ialah agama Sikh, tepatnya wilayah bagian Punjab, yang dalam literatur-literatur Barat disebut The Sikh Religion atau The Religion of Sikh atau Sikhism yang bisa diterjemahkan menjadi Sikhisme. Agama-agama lainnya adalah Hinduisme, Jainisme, Buddhisme dan sejumlah besar aliran atau sekte keagamaan lainnya.[1]
Jumlah seluruh penganut Sikh di dunia ini berkisar 10’an juta orang. Segala sesuatu tentang mereka ini luar biasa, pakaian mereka, sejarah mereka, dan terutama sekali adalah kelahiran mereka.
kebanyakan orang Sikh hidup di daerah Punjab (daerah yang mempunyai lima sungai), suatu propinsi yang luas, terletak di bagian utara India. Sejak pemisahan India di tahun 1974, lebih dari 2 juta orang Sikh harus meninggalkan rumah dan kampung halaman dan kekayaan mereka di daerah yang diserahkan kepada Pakistan. Mayoritas orang Sikh sekarang berada di Punjab Timur yang menjadi milik India.
Agama Sikh itu bermakna: para Murid. Agama Sikh bermakna Agama para Murid. Dimaksudkan ialah para Murid dari pembangun agama Sikh itu. Oleh karena sang Guru itu pada masa belakangan dikultuskan sebagai penjelmaan Tuhan di bumi maka pengertian para Murid itu dimaknakan dengan Murid Tuhan.[2]

B. Pencetus Ajaran Sikh
Guru Nanak merupakan pembawa sekaligus pendiri agama Sikh. Riwayat hidupnya yang lengkap termuat dalam sebuah buku yang dikenal dengan nama Janam Sakhis, Kisah-kisah Kehidupan. Max Arthur Macauliffe menulis sebuah buku yang berjudul The Sikh Religion: It’s Gurus, Sacred Writings and Authors, 6 jilid (London: Oxford University Press, 1909), yang memuat terjemahan lengkap Janam Sakhis tersebut.
Guru Nanak dilahirkan di Talwandi Rai Bhoe, sebuah desa kecil di tepi sungai Ravi, sekitar empat kilometer sebelah barat Lahore, ibu kota wilayah Punjab, pada tanggal 15 April 1469. Desa tersebut sekarang dikenal dengan nama Nankana Sahib, yang berarti “desa tempat kelahiran Nanak.” Dari sudut kacamata Hindu, orang tuanya memiliki kasta Ksatria.
 Ayahnya, Mehta Kalu, adalah seorang Patwari, atau Akuntan desa, yang bekerja pada perusahaan milik Rai Bular, seorang Muslim, pemilik tanah yang luas di desa itu. Ibunya, Tripta, adalah seorang Hindu yang fanatik. Mereka adalah keturunan suku Khattri yang termasuk bangsa Arya. Oleh sebab itu agama Sikh dikategorikan sebagai agama yang lahir atau berasal dari bangsa Arya, sebagaimana halnya agama Hindu, Jain dan Zoroaster.
Guru masing-masing dalam perjalanan sejarah agama Sikh:
1.         Guru Nanak.
2.         Guru Angarh (1539-1552).
3.         Amar Das (1552-1574).
4.         Ram Das (1574-1581).
5.         Arjun (1581-1606)
6.         Har Gobind (1606-1645)
7.         Har Rai (1645-1661)
8.         Hari Krishen (1661-1664)
9.         Tegh Bahadur (1664-1675)
10.     Govind Singh (1675-1708)
C. Ajaran Agama Sikh
1.      Tentang Tuhan Yang Maha Esa
2.      Tentang Sabda adalah Kata Tuhan
3.      Tentang Guru sebagai Penuntun Hidup Abadi
4.      Tentang Praktek Spirituil (Sadhana)[3]
D. Peraturan yang diajarakan Guru Nanak:
1.      Engkau harus percaya pada Tuhan Yang Maha Esa
2.      Engkau harus menghormati manusia sesamamu, baik laki-laki maupun wanita, dengan respek yang sejajar.
3.      Engkau harus mempunyai rasa peri-kemanusiaan yang luas dan mendalam.
4.      Engkau harus memajukan watak pribadimu dengan perbuatan kebajikan yang mulia dan luhur.
5.      Engkau harus selalu ingat kepada Tuhan.
6.      Engkau tidak boleh buta akan kepercayaan.
7.      Engkau harus menolak perbedaan kasta.
8.      Engkau tidak boleh berjanji dengan mempergunakan bentuk dan adat istiadat agama.
9.      Engkau tidak boleh menyangkal kenyataan dunia ini.
10.  Engkau tidak boleh percaya dengan peraturan seorang pemimpin rohani akan penyelamatan dirimu atas hukuman Tuhan.[4]

E. Konsep Ketuhanan Agama Sikh

Konsep ‘Mul Mantra’ merupakan konsep yang dijadikan pijakan penganut agama Sikh.Konsep ini menjadi landasan dasar agama Sikh yang termuat di dalam bagian permulaan kitab suci agama Sikh yaitu Sri Guru Granth Shahib. Dalam kitab Sri Guru Granth Shahib volume 1, pasal 1 ayat 1 disebutkan istilah ‘JapojiMul Mantra’.Ayat tersebut berbunyi “Hanya ada Allah Tuhan Yang Esa”.Tuhan itu disebut Dadru, ‘Sang Pencipta’, atau ‘Dia yang terbebas dari rasa takut dan rasa kebencian’, ‘Dia Yang Kekal’, ‘Dia yang tidakdilahirkan’. Agama Sikh ini secara tegas menyatakan diri sebagai agama monotheisme. Dan Tuhan Yang MahaKuasa yang tidak tampak wujudnya itu disebut ‘EkOmkara’, sedangkan Tuhan yang tampak wujudnya disebut ‘Omkara’
. F. Ritus
Gurdwara adalah sebuah kuil peribadatan pemeluk Sikh. Dalam agama Sikh, kesh atau rambut yang terpotong, adalah salah satu simbol terpenting. Sepanjang apa pun, rambut, jenggot, dan semua bulu yang tumbuh di sekujur tubuh tak boleh dipotong. Memasuki tempat suci ini, semua orang diharuskan untuk menutup rambutnya, boleh dengan surban, topi, kerudung, atau kain, karena di dalam ajaran agama Sikh “Rambut adalah lambang kesucian yang dianugerahkan Tuhan kepada umat manusia. Tidak memotong rambut berarti menerima dan mensyukuri apa yang dianugerahkan oleh Tuhan.”
G. Eskatologi
Kepercayaan dalam agama Sikh tentang hidup setelah mati rupanya ajarannya sama dengan Islam. Adapun perbedaan yang mendasar di dalam ajaran agama Sikh dengan agama Islam adalah tidak adanya kepercayaan di dalam agama Sikh tentang hari akhir. Mereka masih mempercayai nirwana yang diajarkan oleh agama Hindu Brahmana.
.



[1] Mukti Ali (pengantar), Agama-Agama Dunia, Yogyakarta: IAIN SunanKalijagaPress,1988 Cet.I, h. 183
[2] Joesoef Sou’yb. Agama-agama Besar di Dunia. Jakarta: 1996. Al Husna Zikra. Hlm. 144
[3] Nyoman S. Pendit, Guru Nanak dan Agama Sikh, h. 87
[4] Nyoman S. Pendit, Guru Nanak dan Agama Sikh, h.94

Tidak ada komentar:

Posting Komentar