Agama Baha’i
Abdul Malik
(1110032100053)
A. Agama Baha’i
- Pengertian Baha’i
Menurut Baha’u’llah: "Agama merupakan sarana terbesar untuk menciptakan tata
tertib di dunia dan kebahagiaan yang sentosa bagi semua yang berdiam di
dalamnya.” Mengenai kemunduran atau penyelewengan agama, dia menulis:
"Jika lampu agama meredup, maka keributan dan kekacauan akan terjadi,
cahaya-cahaya kejujuran, keadilan, ketenangan dan kedamaian, akan berhenti
bersinar.” Jadi, peran agama dinilai
sangat penting. Sebagaimana telah ditulis oleh Baha’u’llah: “Agama Tuhan adalah
untuk kasih dan persatuan; janganlah membuatnya penyebab kebencian dan
perselisihan.”
Dalam pandangan Bahá’í, agama memiliki dua aspek,
yaitu aspek hakiki dan aspek sementara. Aspek hakiki adalah ajaran-ajaran
kerohanian yang tidak berubah, sedangkan aspek sementara adalah
peraturan-peraturan yang diberikan sesuai dengan keperluan zamannya. Tulisan
Bahá’í mengumpamakan para Perwujudan Tuhan dengan seorang dokter, yang tugasnya
adalah “menyembuhkan umat manusia yang terpecah-belah dari penyakitnya.” Obat
yang diberikan pada suatu zaman tidak akan sama dengan obat yang diberikan pada zaman berikutnya. Oleh karena
itu, agama-agama besar di dunia tampaknya berbeda-beda. Tapi sebenarnya,
menurut ajaran Bahá’í, semua agama itu tunggal dan berasal dari Sumber yang
sama.
Baha’I
merupakan agama yang independent dan bersifat universal bukan sekte dari agama
lain. Pembawa ajaran baha’I adalah
Baha’ullah yang mempunyai tujuan untuk mewujudkan perubahan rohani dalam
kehidupan manusia dan memperbaharui lembaga-lembaga masyarakat berdasarkan
prinsip-prinsip keesaan Tuhan,kesatuan agama,dan persatuan seluruh umat
manusia.
Umat
Baha’I berkeyakinan bahwa agama harus menjadi sumber perdamaian dan
keselarasan,baik dalam keluarga,masyarakat,bangsa maupun dunia. Umat Baha’I
telah dikenal dalam keluarga,masyarakat,bangsa maupun dunia. Umat Baha’I telah
dikenal sebagai sahabat bagi para penganut semua agama,karena melaksanakan
keyakinan ini secara aktif.
-
Sejarah Agama Baha’i
Sayyid
Ali Muhammad yang lebih dikenal dengan gelarnya bab dilahirkan pada tanggal 20
oktober 1819 di Shiraz Iran,bab berasal dari keluarga terkemuka dan mulia
merupakan keturunan nabi Muhammad,ayahnya meninggal ketika bab masih kecil dan
bab diasuh dan dibesarkan oleh pamanya,ketika sekolah ia memiliki kemampuan
yang luar biasa dan akhirnya ia keluar dari sekolah dan ketika dewasa ia
bekerja bersama pamannya sebagai pedagang di Bushihr sebuah kota di barat daya
kota shiraz,pada saat itulah bab menikah dan mempunyai anak yang bernama Ahmad
dan meninggal ketika masih bayi pada tahun sebelum bab mengumumkan dirinya
sebagai pembawa ajaran yang dijanjikan.
-
Ajaran Baha’I [1]
A.
Keesaan Tuhan
Baha’ullah
mengajarkan bahwa hanya ada satu Tuhan Yang Maha Agung,yakni Tuhan Yang Maha
Esa yang telah mengirim para rasul dan Nabi untuk membimbing manusia. Oleh
karena itu,semua agama yang bersumber dari satu Tuhan ini,haruslah menunjukkan
rasa saling menghormati,mencintai,dan niat baik antara satu dengan yang lain.
“Tiada keraguan apa pun bahwa semua manusia
di dunia dari bangsa atau agama apapun,memperoleh ilham mereka dari satu sumber
surgawi dan merupakan hamba dari satu Tuhan”(Baha’ullah)
B.
Keselarasan dan Toleransi antar Umat Beragama
Umat
Baha’I percaya bahwa tujuanannya adalah mewujudkan persatuan dan kebahagiaan
bagi seluruh umat manusia. Saling menghormati dan mencintai serta kerja sama di
antara pemeluk agama yang berbeda akan membantu terwujudnya masyarakat yang
damai. Umat Baha’I menhormati keanekaragaman dalam melakukan ibadah keagamaan.
“Penuh semangat untuk mengabdi kepada rakyat
banyak,melupakan manfaat duniawi bagi dirinya sendiri, dan bekerja hanya demi
kebaikan umum”(Abdul Baha”i)
C.
Kesatuan Dalam Keanekaragaman
Agama
Baha’I merangkul orang-orang yang berasal dari ratusan ras,suku,dan bangsa,
semuanya bersatu demi mengabdi pada kemanusiaan. Keanekaragaman dihormati dan
dihargai agar biasa hidup bersatu dengan penuh kedamaian.
“Engkau adalah buah-buah dari satu pohon,dan
daun-daun dari satu dahan. Bergaullah engkau satu sama lain dengan penuh cinta
dan keselarasan,dengan persahabatan dan persaudaraan,Sedemikian kuat cahaya
persatuan itu sehingga dapat menerangi seluruh dunia”(Baha’ullah)
D.Sembahyang
Wajib,Puasa, dan Doa
Umat
Baha’i diwajibkan untuk bersembahyang secara individu,serta puasa selam periode tertentu,serta doa dan tulisan
suci yang dianjurkan dibaca dan dipelajari. Kewajiban-kewajiban kerohaniaan itu
membantu orang-orang Baha’I untuk memenuhi tujuan hidup mereka,yaitu mengenal
dan enyembah Tuhan dan berkembang secara rohani.
E.Rumah
Ibadah
1.
Rumah ibadah
Baha’I dinamakan mashriqu’l-Adhkar (tempat-terbit pujian kepada Tuhan), yakni
tempat untuk berdoa, meditasi dan melantunkan ayat-ayat suci Baha’I dan
agama-agama lain. Rumah ibadah Baha’I ini terbuka bagi orang-orang dari semua
agama. Kegiatan
Di samping sembahyang wajib, yang dilakukan secara perseorangan, dan selamatan sembilan belas
hari, ada pula kegiatan doa bersama, yang terbuka bagi orang dari semua agama,
di mana doa-doa dibacakan dari tulisan suci berbagai agama. Masyarakat Baha’i
setempat juga melakukan pendidikan kerohanian bagi anak-anak serta suatu
program pendidikan bagi orang dewasa dan pemuda yang dipelajari melalui
kelompok-kelompok belajar. Program ini, yang pada awalnya dikembangkan oleh
Institut Ruhi di Kolombia, Amerika Selatan, membahas
berbagai tema, seperti kehidupan roh, doa, pendidikan anak-anak, pendidikan
remaja, riwayat hidup Sang Bab dan Baha’u’llah, dan pengabdian sebagai dasar
dari kehidupan. Kegiatan kelompok belajar dan kelas anak-anak juga terbuka bagi
orang-orang dari agama apa saja yang ingin ikut serta.
Hari raya
Baha’i, yaitu:
1. Hari Raya Nuruz.
2. Hari Raya Riduan.
3. Hari Raya Lahir al-Bab.
4. Hari Lahir Baha.
5. Hari Diistiharkan Ajaran al-Bab.
F.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar