Jumat, 31 Mei 2013

RESPONDING PAPER


Agama Baha’i
Abdul Malik
(1110032100053)
A. Agama Baha’i
- Pengertian Baha’i
Menurut Baha’u’llah: "Agama merupakan sarana terbesar untuk menciptakan tata tertib di dunia dan kebahagiaan yang sentosa bagi semua yang berdiam di dalamnya.” Mengenai kemunduran atau penyelewengan agama, dia menulis: "Jika lampu agama meredup, maka keributan dan kekacauan akan terjadi, cahaya-cahaya kejujuran, keadilan, ketenangan dan kedamaian, akan berhenti bersinar.” Jadi, peran agama dinilai sangat penting. Sebagaimana telah ditulis oleh Baha’u’llah: “Agama Tuhan adalah untuk kasih dan persatuan; janganlah membuatnya penyebab kebencian dan perselisihan.”
Dalam pandangan Bahá’í, agama memiliki dua aspek, yaitu aspek hakiki dan aspek sementara. Aspek hakiki adalah ajaran-ajaran kerohanian yang tidak berubah, sedangkan aspek sementara adalah peraturan-peraturan yang diberikan sesuai dengan keperluan zamannya. Tulisan Bahá’í mengumpamakan para Perwujudan Tuhan dengan seorang dokter, yang tugasnya adalah “menyembuhkan umat manusia yang terpecah-belah dari penyakitnya.” Obat yang diberikan pada suatu zaman tidak akan sama dengan obat yang diberikan pada zaman berikutnya. Oleh karena itu, agama-agama besar di dunia tampaknya berbeda-beda. Tapi sebenarnya, menurut ajaran Bahá’í, semua agama itu tunggal dan berasal dari Sumber yang sama.
Baha’I merupakan agama yang independent dan bersifat universal bukan sekte dari agama lain.  Pembawa ajaran baha’I adalah Baha’ullah yang mempunyai tujuan untuk mewujudkan perubahan rohani dalam kehidupan manusia dan memperbaharui lembaga-lembaga masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip keesaan Tuhan,kesatuan agama,dan persatuan seluruh umat manusia.
Umat Baha’I berkeyakinan bahwa agama harus menjadi sumber perdamaian dan keselarasan,baik dalam keluarga,masyarakat,bangsa maupun dunia. Umat Baha’I telah dikenal dalam keluarga,masyarakat,bangsa maupun dunia. Umat Baha’I telah dikenal sebagai sahabat bagi para penganut semua agama,karena melaksanakan keyakinan ini secara aktif.
-          Sejarah Agama Baha’i
Sayyid Ali Muhammad yang lebih dikenal dengan gelarnya bab dilahirkan pada tanggal 20 oktober 1819 di Shiraz Iran,bab berasal dari keluarga terkemuka dan mulia merupakan keturunan nabi Muhammad,ayahnya meninggal ketika bab masih kecil dan bab diasuh dan dibesarkan oleh pamanya,ketika sekolah ia memiliki kemampuan yang luar biasa dan akhirnya ia keluar dari sekolah dan ketika dewasa ia bekerja bersama pamannya sebagai pedagang di Bushihr sebuah kota di barat daya kota shiraz,pada saat itulah bab menikah dan mempunyai anak yang bernama Ahmad dan meninggal ketika masih bayi pada tahun sebelum bab mengumumkan dirinya sebagai pembawa ajaran yang dijanjikan.


- Ajaran Baha’I [1]
A. Keesaan Tuhan
Baha’ullah mengajarkan bahwa hanya ada satu Tuhan Yang Maha Agung,yakni Tuhan Yang Maha Esa yang telah mengirim para rasul dan Nabi untuk membimbing manusia. Oleh karena itu,semua agama yang bersumber dari satu Tuhan ini,haruslah menunjukkan rasa saling menghormati,mencintai,dan niat baik antara satu dengan yang lain.
Tiada keraguan apa pun bahwa semua manusia di dunia dari bangsa atau agama apapun,memperoleh ilham mereka dari satu sumber surgawi dan merupakan hamba dari satu Tuhan”(Baha’ullah)
B. Keselarasan dan Toleransi antar Umat Beragama
Umat Baha’I percaya bahwa tujuanannya adalah mewujudkan persatuan dan kebahagiaan bagi seluruh umat manusia. Saling menghormati dan mencintai serta kerja sama di antara pemeluk agama yang berbeda akan membantu terwujudnya masyarakat yang damai. Umat Baha’I menhormati keanekaragaman dalam melakukan ibadah keagamaan.
Penuh semangat untuk mengabdi kepada rakyat banyak,melupakan manfaat duniawi bagi dirinya sendiri, dan bekerja hanya demi kebaikan umum”(Abdul Baha”i)
C. Kesatuan Dalam Keanekaragaman
Agama Baha’I merangkul orang-orang yang berasal dari ratusan ras,suku,dan bangsa, semuanya bersatu demi mengabdi pada kemanusiaan. Keanekaragaman dihormati dan dihargai agar biasa hidup bersatu dengan penuh kedamaian.
Engkau adalah buah-buah dari satu pohon,dan daun-daun dari satu dahan. Bergaullah engkau satu sama lain dengan penuh cinta dan keselarasan,dengan persahabatan dan persaudaraan,Sedemikian kuat cahaya persatuan itu sehingga dapat menerangi seluruh dunia”(Baha’ullah)
D.Sembahyang Wajib,Puasa, dan Doa
Umat Baha’i diwajibkan untuk bersembahyang secara individu,serta puasa  selam periode tertentu,serta doa dan tulisan suci yang dianjurkan dibaca dan dipelajari. Kewajiban-kewajiban kerohaniaan itu membantu orang-orang Baha’I untuk memenuhi tujuan hidup mereka,yaitu mengenal dan enyembah Tuhan dan berkembang secara rohani.
E.Rumah Ibadah
1.      Rumah ibadah Baha’I dinamakan mashriqu’l-Adhkar (tempat-terbit pujian kepada Tuhan), yakni tempat untuk berdoa, meditasi dan melantunkan ayat-ayat suci Baha’I dan agama-agama lain. Rumah ibadah Baha’I ini terbuka bagi orang-orang dari semua agama. Kegiatan
Di samping sembahyang wajib, yang dilakukan secara perseorangan, dan selamatan sembilan belas hari, ada pula kegiatan doa bersama, yang terbuka bagi orang dari semua agama, di mana doa-doa dibacakan dari tulisan suci berbagai agama. Masyarakat Baha’i setempat juga melakukan pendidikan kerohanian bagi anak-anak serta suatu program pendidikan bagi orang dewasa dan pemuda yang dipelajari melalui kelompok-kelompok belajar. Program ini, yang pada awalnya dikembangkan oleh Institut Ruhi di Kolombia, Amerika Selatan, membahas berbagai tema, seperti kehidupan roh, doa, pendidikan anak-anak, pendidikan remaja, riwayat hidup Sang Bab dan Baha’u’llah, dan pengabdian sebagai dasar dari kehidupan. Kegiatan kelompok belajar dan kelas anak-anak juga terbuka bagi orang-orang dari agama apa saja yang ingin ikut serta.
Hari raya Baha’i, yaitu:
1. Hari Raya Nuruz.
2. Hari Raya Riduan.
3. Hari Raya Lahir al-Bab.
4. Hari Lahir Baha.
5. Hari Diistiharkan Ajaran al-Bab.


F.



[1] Skripsi, Leo Christie,konsep roh dalam agama baha’I,hal 10-15

Tidak ada komentar:

Posting Komentar