1. Awal Munculnya Bangsa Babylonia
Babylonia berasal dari bangsa Amori yang
serumpun dengan ras Semit yang bermigrasi dari jazirah Arab pada millennium
ke-3 SM.kemudian mereka menetap di wilayah yang disebut Mari,ditepi Sungai
Eufrat,setelah terlebih dahulu menguasai wilayah disekitarnya. Sebelumnya,Mari
dikuasai oleh kerajaan Sumeria dan Akkadia. Tak heranjika ada kesamaan
peradaban seperti penggunaan bahasa dan tulisan paku.
Ketika melemahnya kekuasaan
Akkadia,bangsa Amori mulai melakukan penetrasi ke lembah Mesopotamia dengan
memanfaatkan kesempatan yang ada. Orang-orang Amori mendirikan sebuah kota
dinamakan Babylon sekaligus menjadikannnya ibu kota pemerintahan yang saat itu
dipimpin oleh Samuabi pada tahun 1830 SM. Samuabi dinyatakan sebagai pendiri
Babylonia pertama atau tercatat sebagai Dinasti Amori.
Kehidupan dan peradaban bangsa Amori dianggap
berbeda dengan peradaban bangsa Mesopotamia dikarenakan bisa menciptakan sebuah
civil-peradaban baru. Keadaan ini membuatnya mencapai puncaknya pada masa Raja
Amori yang terkenal ialah Hammurabi (1728-1686 SM). Hammurabi memainkan peranan
penting dengan berhasil menyatukan seluruh kawasan Mesopotamia,baik dengan cara
politis-diplomatis maupun dengan cara ekspansif-militer.[1]
Hammurabi adalah Babilonia, di mana
peradaban Sumeria telah benar-benar diserap oleh Semit dan sekarang berkembang
di bawah dominasi politik mereka, menyelesaikan bagian yang paling penting dari
survei ini dari latar belakang holistical ke Mesopotamia sosial dan kehidupan
budaya.[2]
Selanjutnya Babylonia mengalami
periode akhir yang diteruskan oleh bangsa Kaldan,Bangsa Kaldan bermigrasi dari
jazirah Arab pada pertengahan millennium ke-2 SM dan menetap dbagian utara
dataran Sinear yang dikuasai oleh bangsa Assyria. Pertambahan populasi yang
mentyebabkan mereka bisa untuk memberontak bangsa Assyria. Gubernur
Babylon,Nabopolassar memanfaatkan kelengahan bangsa Assyria pasca kematian raja
mereka Raja mereka yaitu Ashubanipal sehingga dia berhasil merebut Babylon pada
tahun 622 SM.
Setelah mengusir bangsa Assyria dari
Sinear dan mengambil alih Mesopotamia selatan,Nabopolassar lantas beraliansi
dengan bangsa Media (Iran) hingga keduanya berhasil memblokade bangsa Assyria
dari utara dan selatan.Mereka mampu menjatuhkan kerajaan Asyria. Nabopolassar
mendirikan Negara baru dengan membangun kembali kota Babylon dan menjadikannya
sebagai ibu kota pemerintahan.
Raja Nabopolassar kemudian mengambil
alih beberapa wilayah yang tunduk pada kerajaan Assyria,seperti Syria dan
Palestina serta mampu menarik kedua Negara tersebut ke dalam kerajaannya.
Sementara ketika sang anak dan putra mahkota,Nebukadnezar menyerang pasukan
Mesir dalam pertempuran Karkemish,datang berita bahwa ayahandanya,Nabolosaar
meninggal.Akhrinya,Nebukadnezar segera kembali ke Babylon untuk naik tahta pada
tahun 605 SM.[3]
Pada masa pemerintahan Nebukadnezar
diangga periode paling gemilang dalam sejarah Irak Kuno. Salah satu sebabnya
berhasil menundukkan Yerusalem yang menjadi tempat bernaungnya kerajaan yehuda
memberontak,menghancurkan Haikal,serta menahan 40.00 ribu Yahudi ke Babylon dan
ini merupakan tawanan Babylonia kedua,ada dua “nabi’ mereka;Yehezkiel dan
Daniel.
Setelah Nebukadnezar wafat tahun 562
SM,kekuasaan dilimpahkan kepada putranya,Amel Marduk. Malangnya,sang putra
adalah seorang yang lemah dalam memimpin. Penyebabnya dia memberikan kebebasan
yang luas kepada bangsa Yahudi dalam beribadah. Sehingga orang-orang Yahudi
memberontak dan menyingkirkannya.
Kota-kota
di Babilonia memperoleh hak otonomi dan hak istimewa dari raja. Kota berpusat
di kuil. Tiap kota memiliki pengadilan sendiri, dan kasus hukum seringkali
diputuskan dalam majelis. Kuil mendominasi struktur sosial. Status sosial dan
hak politik sesorang ditentukan berdasarkan posisi mereka terkait dengan hierarki
kagamaan. Para pekerja, misalnya perajin, memperoleh statsu yang tinggi. Selain
itu, terdapat pu;a serikat pekerja untuk memberi para pekerja daya tawar
kolektif.[4]
Peradaban Babylonia berdiri dalam
dua periode dengan dua penguasa yang berbeda, periode peradaban Babylonia Kuno
atau lama diperintah oleh Hammurabi sedangkan peradaban Babylonia Baru
diperintah oleh Nebukadnezar. Kedua raja tersebut memeiliki kekuatan yang
sangat besar sehingga banyak yang bisa diunggulkan dari peradaban babylonia ini,
walalupun akhirnya hancur oleh kerajaan lainnya. Babylonia baru pada masa
Nebukadnezar ini merupakan kota yang sangat indah yang dibangun dengan
arsitektur yang sangat megah, dan tidak ada sebelumnya dan juga belum tentu
bisa ada yang meniru setelahnya.Peninggalan pada masa Babylonia baru yang
sangat terkenal adalah adanya Taman Gantung yang dikatakan sebagai sebuah
hadiah persembahan kepada istri Nebukadnezar, juga adanya Ziggurat dan Menara
Babel sebagai wujud persembahan mereka terhadap Tuhan yang mereka percayai.[5]
2. Bangsa Babylonia Lama
Peradaban babylonia lama disebut juga
peradaban Amoria. Bangsa Amoria termasuk rumpun semit. Bangsa ini mulai
berpengaruh di kawasan mesopotamia sekitar tahun 2000 SM. Setelah menaklukkan
Sumeria, Akkadia, dan Assyria, bangsa ini mendirikan kota-kota sekaligus
mengembangkan peradaban di kawasan mesopotamia.
Tokoh termasyhur dari bangsa tersebut adalah hammurabi. Pada tahun 1792 SM, ia naik tahta di kota babylon, pusat kerajaan Amoria di tengah kawasan mesopotamia. Sebetulnya, kerajaan itu sudah ada beberapa ratus tahun sebelumnya. Dibawah pemerintahan Hammurabi, babylonia memperluas pengaruh sampai ke Sumeria dan Akkadia.
Kejayaan Baylonia lama langsung surut setelah meninggal Hammurabi. Tidak ada lagi pemimpin Amoria setangguh Hammurabi. Pada tahun 1590 SM, kota Babylon jatuh ke dalam kekuasaan bangsa Hittite. Peristiwa itu menandai berakhirnya peradaban Babylonia lama.
Tokoh termasyhur dari bangsa tersebut adalah hammurabi. Pada tahun 1792 SM, ia naik tahta di kota babylon, pusat kerajaan Amoria di tengah kawasan mesopotamia. Sebetulnya, kerajaan itu sudah ada beberapa ratus tahun sebelumnya. Dibawah pemerintahan Hammurabi, babylonia memperluas pengaruh sampai ke Sumeria dan Akkadia.
Kejayaan Baylonia lama langsung surut setelah meninggal Hammurabi. Tidak ada lagi pemimpin Amoria setangguh Hammurabi. Pada tahun 1590 SM, kota Babylon jatuh ke dalam kekuasaan bangsa Hittite. Peristiwa itu menandai berakhirnya peradaban Babylonia lama.
Peradaban Baylonia lama boleh dikatakan
melanjutkan peradaban yang sebelumnya hidup di Mesopotamia. baik sistem
pemerintah, sistem tulisa, dan tata kota tidak jauh berbeda dengan peradaban
sebelumnya. Namun ada dua hala yang menjadi ciri khas peradaban Babylonia lama,
yakni Codex Hammurabi dan sistem kepercayaan.
3. Bangsa Babylonia Baru
Tampilnya suku bangsa Khaldea
mengangkat kembali keperkasaan Babilonia yang dulu pernah jaya. Raja bangsa
Khaldea yang terkenal adalah Nebukadnezar. Ia membangun kembali kota Babilon
dan menjadikan kota tersebut sebagai ibukota sehingga disebut Babilonia Baru.
Ada dua hal yang menarik di kota Babilonia yaitu menara Babel dan taman
gantung. Menara babel yang tingginya mencapai 90 meter berfungsi sebagai
keindahan kota serta mercusuar bagi para pedagang di sekitarnya yang akan
menuju ke kota Babilonia. Hal kedua yang menarik adalah pembuatan taman gantung
yang dipersembahkan untuk isterinya. Taman itu dibangun di atas bukit buatan.
Tingginya 107 meter. Bentuknya berupa podium bertingkat yang ditanami pohon,
rumput dan bunga-bungaan. Ada air terjun buatan berasal dari air sungai Eufrat
yang dialirkan ke puncak bukit lalu mengalir melalui saluran buatan. Jika
dilihat dari jauh seolah-olah taman itu menggantung, suatu pemandangan yang
sangat menakjubkan. Di bidang pengetahuan bangsa Khaldea telah mengembangkan astronomi
dan astrologi.
Mereka percaya bahwa masa depan dapat
diketahui dengan mempelajari bintang bintang. Selain meramal nasib seseorang
juga ramalan tentang gerhana. Mereka membagi minggu dalam tujuh hari, satu hari
ke dalam 12 jam ganda (1/2 hari siang/terang dan 1/2 hari malam/gelap).
Menghitung lewatnya waktu dengan jam air (water clock) dan jam matahari
(sundial). Sebuah catatan penting mengenai Nebukadnezar adalah peristiwa
penaklukan kerajaan Yudea dan Palestina. Ibukota Yerusalem direbutnya, kemah raja
Sulaiman dibakar dan menjarah tanah Yudea. Bangsa Israel termasuk para
pemimpinnya diangkut ke negerinya dijadikan budak dan tawanan. Peristiwa itu
disebut masa pembuangan Babilon dari tahun 586-550 SM yang sangat membekas bagi
bangsa Israel. Sesudah Nebukadnezar meninggal dunia tak lama yaitu tahun 539
SM, Babilonia Baru ditaklukkan oleh bangsa Persia.[6]
Pada
periode Babilonia baru, banyak tanah yang dibuka untuk diolah. Kedamaian dan
kekuasaan kekaisaran membuat tersedianya sumber daya untuk memperluas irigasi
dan membangun sistem kanal. Daerah pedesaan Babilonia didominasi oleh
perkebunan-perkebunan besar, yang diberikan kepada pejabat pemerintah sebagai
bentuk pembayaran. Perkebunan-perkebunan ini biasanya dikelola melalui penguasa
lokal, yang mengambil sebagian keuntungan. Penduduk desa ikut serta dalam
perkebunan tersebut dengan menjadi buruh dan penyewa tanah.
v Masa Pemerintahan Nebukadnezar
Nebukadnezar adalah putra tertua
Nebopalasar yaitu seseorang yang merupakan pendiri kerajaan Babylonia Baru.
Nebukadnezar pada awalnya hanya ditugaskan sebagai komandan militer, tetapi
pada akhirnya menjadi raja sesudah ayahnya meniggal dunia. Dia menikah dengan
seorang putri yang merupakan anak dari Cyaxares, yang kemudian ini bisa
dikatakan perkawinan politik karena bisa menyatukan dinasti Median dan Babylon.
Nebukadnezar ini adalah sosok yang sangat terampil ketika berperang dan dia
juga sangat pandai dalam berpolitik. Pada masa kekuasaan Nebukadnezar, Babylon
merupakan kota terbesar dari kota yang ada di dunia pada saat itu Luasnya
diperkirakan 1000 hektar dengan sungai Euprat yang melewati kerajaan itu.
Sebagai
seorang pemimpin yang cakap, Nebukadnezar telah banyak melakukan perang militer
dengan berbagi bangsa salah satunya perang militer di Syiria dan Phoenicia,
memaksakan setoran upeti dari Damaskus, Tyre, dan Sidon, Dia pun melakukan
perang demi terciptanya koloni-koloni seperti yang terjadi di Asia Kecil, ayitu
di daratan Haiti. Pada tahun 601 SM terlibat pertempuran Besar dengan
Mesir dan pada tahun 599 SM menyerang Arabia. Pada tahun 597 SM menyerang
Israel dan merebut Jerussalem sekaligus menggulingkan raja Jeholakin, Pada
akhirnya Mesir dan Babylon pun terlibat perang untuk menguasai timur
dekat di sepanjang masa pemerintahan Nebukadnezar dan hal inilah yang
mendorong raja Zedekiah dari Israel untuk memberontak. Tetapi ternyata setelah
18 bulan Jerussalem dapat direbut pada 587 SM dan ribuan Yahudi pun di
deportasi ke Babylon dan kuil Solomon diratakan dengan tanah.
v
Hasil-Hasil Kebudayaan pada masa
Pemerintaha Nebukadnezar
Kita
akan mencoba melihat hasil kebudayaan Babilonia Baru berdasarkan tujuh unsur
kebudayaan tersebut, yaitu:
1.Peralatan atau Alat Perlengkapan
Hidup.
2. Mata Pencaharian dan Sistem Ekonomi.
3. Sistem Kemasyarakatan.
4. Memakai Bahasa Sumeria.
5. Kesenian dan Bangunan yaitu: Taman
Gantung, Menara Babel, dan Ziggurat.
6. Sistem Pengetahuan, yaitu: Ilmu
Astronomi, Ilmu Matematika, Ilmu Filsafat, dan Literatur.
7. Tentang Religi.[7]
4. Sistem Kepercayaan Bangsa Babylonia
Sistem kepercayaan bangsa amoria
tidak jauh berbeda dengan Sumeria. Mereka percaya bahwa beragam peristiwa alam
dan nasib manusia telah digariskan para dewi-dewi. Oleh karena itu, kepercayaan
bangsa Amoria adalah polytheisme. meskipun demikian, kepercayaan bangsa Amoria
memiliki kekhasan tersendiri. Kepercayaan itu merupakan paduan pengamatan
ilmiah terhadap alam semesta serta cuaca, tata cara pemujaan dewa-dewi yang
dianggap pelindung dan sihir. Kepercayaan seperti itu menjadi batu loncatan
bangsa Amoria untuk mengenal astrologi.
Dewa-dewi yang disembah bangsa Amoria serupa dewa-dewi orang Sumeria. Hanya namanya yang berbeda. Dewa tertinggi bangsa Amoria adalah Marduk. Mula-mula Marduk hanya sebagai dewa kota babylon. Bersamaan dengan semakin pentingnya kedudukan kota Babylon di kawasan Mesopotamia, kedudukan Marduk pun semakin penting. Orang Amoria percaya bahwa marduk adalah dewa yang bijaksana. ia akan melindungi orang baik dan mnghukum orang jahat.[8]
Dewa-dewi yang disembah bangsa Amoria serupa dewa-dewi orang Sumeria. Hanya namanya yang berbeda. Dewa tertinggi bangsa Amoria adalah Marduk. Mula-mula Marduk hanya sebagai dewa kota babylon. Bersamaan dengan semakin pentingnya kedudukan kota Babylon di kawasan Mesopotamia, kedudukan Marduk pun semakin penting. Orang Amoria percaya bahwa marduk adalah dewa yang bijaksana. ia akan melindungi orang baik dan mnghukum orang jahat.[8]
5. Praktek Keagamaan Bangsa Babylonia
Bangsa Babylonia menjalankan
ritual-ritual keagamaan serupa dengan Sumeria. Melakukan penyembahan terhadap
Dewa Adad,yaitu Dewa Badai,Petir,dan Hujan,banyak tersebar di semua wilayah
Asia Kecil,Lembah Mesopotamia,Syria,dan Palestina. Dalam perjanjian Lama,dewa
tersebut bernama Ramon,bakan Yahweh sendiri pada mulanya adalah nama untuk dewa
Badai dalam tradisi Ibrani awal. Yahweh bersama-sama dengan Adad bersekutu
dalam beberapa sifat.
Sementara itu Dewi Ishtar tercatat
sebagai Dewi bangsa Semit yang paling terkenal. Ishtar banyak disebutkan dalam
mitologi. Dia tdiak punya tandingan lainnya sepanjang generasi. Ishtar adalah
Dewi Cinta,kecantikan,dan kebaikan,sekaligus sebagai Dewi perang.
Sejatinya,menurut kepercayaan Sumeria,Dewi Ishtar adalah pewaris dari Dewa Inana.
Orang-orang Amori juga nebyebut Ishtar sebagai Dewi Venus,bintang yang bersinar
terang di kala pagi pagi sebelum matahari terbit.
Selain itu
ada sebuah festival utama di Babilonia yaitu Buylshu Mishtkaru, festival untuk
mengusir roh jahat. Banyak pria Babel yang menghadiri festival ini bahkan sejak
usia mereka masih sangat muda. Pada Festival ini, biasanya seorang imam akan
menyembelih hewan, yang biasanya seekor sapi, sebagai sebuah persembahan agar
para dewa senang. Sebagai gantinya, para dewa mungkin akan memberikan izin
kepada orang-orang di festival untuk mendapatkan sebuah jimat untuk
masing-masing orang yang dipercaya akan melindungi mereka selama mereka hidup.[9]
6. Ajaran Bangsa Babylonia
Bangsa Babylonia atau
yang disebut Amori menjalankan kepercayaan agama mereka menyerupai bangsa
Sumeria. Mereka menyembah dewa –dewa Sumeria dan menjalankan ritual-ritual
keagamaan Sumeria. Masyarakat Amori juga membangun kuil-kuil menyerupai
Ziggurat yang sebelumnya banyak didirikan di koat-koat Sumeria. Mereka Juga
tidak meninggalkan,Marduk,Dewa Matahari yang dianggap sebagai Dewa terbesar.
Dengan
mengambil tempat teristimewa diantara seluruh dewa Sumeria,bangsa Amori
membangun kuil besar di tengah-tengah kota Babylon untuk sang dewa. Di tengah
kuil tersebut,dipancang sebuah tugu raksasa yang memuat undang-undang Hammurabi
yang terkenal itu. Kuil tersebut juga dipersembahkan sebagai tempat bagi Dewa
Enlil.[10]
KESIMPULAN
Asia barat daya adalah salah satu
kawasan yang kaya dengan sumber daya alam, maka tak heran jika di kemudian hari
di kawasan ini muncul suatu peradaban yang terdiri dari berbagai corak.
Peradaban yang ada di Asia Barat Daya kebanyakan adalah peradaban yang bercorak
sungai atau lembah, maksudnya peradaban tersebut berdiri disekitar sungai dan
lembah yang memang merupakan salah satu sumber kehidupan mereka. Di Asia Barat
daya pun muncul berbagai peradaban baik itu peradaban Mesopotamia, Sumeria,
Akadia sampai adanya peradaban Babylonia yang terdiri dari dua periode.
Peradaban Babylonia berdiri dalam
dua periode dengan dua penguasa yang berbeda, periode peradaban Babylonia Kuno
atau lama diperintah oleh Hammurabi sedangkan peradaban Babylonia Baru
diperintah oleh Nebukadnezar. Kedua raja tersebut memeiliki kekuatan yang
sangat besar sehingga banyak yang bisa diunggulkan dari peradaban babylonia
ini, walalupun akhirnya hancur oleh kerajaan lainnya. Babylonia baru pada masa
Nebukadnezar ini merupakan kota yang sangat indah yang dibangun dengan
arsitektur yang sangat megah, dan tidak ada sebelumnya dan juga belum tentu
bisa ada yang meniru setelahnya.Peninggalan pada masa Babylonia baru yang
sangat terkenal adalah adanya Taman Gantung yang dikatakan sebagai sebuah hadiah
persembahan kepada istri Nebukadnezar, juga adanya Ziggurat dan Menara Babel
sebagai wujud persembahan mereka terhadap Tuhan yang mereka percayai.
Peradaban Babylonia ini adalah
sebagain figur atau gambaran peradaban masa lalu yang hebat yang bisa memberikan
kontribusi terhadap peradaban masa kini. Banyak hal yang bisa kita ambil dari
sebuah peradaban baik itu kebudayaan ataupun hal-hal yang bisa menjadikan
pelajaran bagi kehidupan masyarakat pada masa kini.
DAFTAR PUSTAKA
Sami bin Abdullah al-Maghhlouth,Atlas
Agama-agama,Almahira,Jakarta;2010
http://id.shvoong.com/humanities/history/2235550-peradaban-babylonia-lama
Jacquetta Hawkes ,The First
Great Civilization;1973
[1] Sami bin Abdullah al-maghhlouth,atlas,agama-agama,almahria,jakarta,hal.388
[2] Jacquetta Hawkes ,The First Great Civilization;1973,hal.81
[3] Ibid,hal.404
[6]http://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Gantung_Babilonia
[8]http://id.shvoong.com/humanities/history/2235550-peradaban-babylonia-lama
[10] Sami bin Abdullah al-Maghhlouth,Atlas Agama-agama,Almahira,Jakarta;2010,hal,376
Tidak ada komentar:
Posting Komentar