Sejarah dan
Perkembangan
Dari segi geografis, Romawi merupakan daerah yang strategi di kawasan laut
tengah, yang memungkinkan lahirnya perdagangan di daerah ini, saat akan
berdagang mereka menggunakan peta yang di gambarkan di gulungan kertas [1].
Lembah pegunungan Apenina merupakan lahan subur dan dan cocok dijadikan sebagai
lahan pertanian [2].
Oleh karena itu, Bangsa Romawi hidup dari bercocok tanam menghasilkan gandum,
jagung, anggur, dll. Di pegunungan Alpenina juga ditemukan berbagai tambang
mineral.Karena letak Romawi yang di kelilingi Lautan dan gunung juga
menghindari serbuan dari bangsa lain.
Menurut mitos, Romawi kuno didirikan oleh 2 saudara keturunan Aenas dari Yunani
yaitu, Remmus dan Romulus pada abad 8 SM ditepi sungai tiber.
Peradaban Romawi Kuno Banyak mendapat pengaruh dari Yunani Kuno baik dalam
bidang seni, sastra, filsafat, maupun budaya, seperti tradisi Etruscan yang
seperti alfabet yang dipelajari dari peradaban yunani, kemudian bangsa roma
mengembangkannya menjadi alfabet yang dikenal sekarang
B.
SISTEM PEMERINTAHAN ROMAWI
Secara garis besar sejarah romawi
kuno dibagi menjadi tiga, yaitu:
1.
Zaman Kerajaan (750-510 SM) yaitu
Zaman ketika seorang raja didampingi oleh senate (wakil dari para suku di
sekitar Roma)
2.
Zaman Republik (510-31 SM) yaitu
Zaman Ketika Roma tumbuh dari negara kota kecil menjadi republik yang luas.
Pada awalnya, Romawi dipimpin oleh
raja yang dibantu oleh senat. Ketika Republik Romawi pertama kali didirkan pada
500 SM, raja diganti oleh dua orang yang disebut konsul, sedangkan senat tetap
ada. Perempuan tidak diperbolehkan menjadi konsul. Kedua konsul memegang
kendali atas pasukan, behak menyatakan perang, menentukan jumlah pajak, dan
membuat hukum. Suatu keputusan harus disetujui oleh kedua konsul; jika salah
seorang mengatakan “veto” (aku tolak), maka keputusan tidak jadi dilaksanakan.
Konsul dibantu oleh senat sebagai dewan penasihat. Senat terdiri dari
keluarga-keluarga kaya di Romawi. Perempuan tidak diperbolehkan menjadi anggota
senat. Jabatan senator (anggota senat) merupakan jabatan seumur hidup.
Kebanyakan konsul pada akhirnya bergabung dengan senat, dan kebanyakan senator
memiliki ayah atau kakek yang dulunya juga menjabat di senat. Para konsul
sering melaksanakan apa yang diusulkan oleh senat. Ada juga prefek di Romawi,
mereka bertugas mengurusi kota, beberapa mengadili kasus, beberapa yang lainnya
mengatur pasar atau pelabuhan. Selain itu, ada Tribunus, yaitu orang-orang di
senat yang mewakili rakyat miskin. Tribunus dipilih oleh Majelis. Tribunus
berhak memveto keputusan senat yang berkenaan dengan rakyat miskin. Sementara
Majelis adalah kumpulan yang terdiri dari para pria dewasa dan merdeka di
Romawi. Mereka berhak memberikan suara jika dimintai oleh konsul, mislnya harus
pergi berperang atau tidak. Majelis juga memilih konsul, prefek, dan senator.
Namun Majelis sudah diatur sedemikian rupa sehingga orang kaya bisa lebih bnyak
memilih daripada orang miskin. Baik prefek, Tribunus, atau Majelis hanya boleh
diisi oleh laki-laki.
Setelah Romawi menaklukan berbagai daerah yang jauh dari kota Roma, mereka pun
menerapkan sistem provinsi. Setiap provinsi dipimpin oleh gubernur. Gubernur
memegang kendali atas pasukan di provinsinya. Gubernur biasanya berasal dari
kalangan jenderal. Menjelang tahun 50 SM, yakni masanya Julius Caesar(meminpin
di tahun 49 SM dan mati di tikam lima tahun kemudian) [4],
jendral-jenderal ini mulai mengambil alih pemerintahan dan mengabaikan senat
serta konsul. Mereka bisa melakukannya karena memiliki pasukan. Augustus, pada
31 SM, adalah salah satu jenderal ini. Dia berhasil mendirikan suatu sistem
baru. Lembaga senat dan jabatan konsul tetap disteruskan namun Augustus
menjadikan dirinya memiliki kekuasaan tertinggi sehingga Augustus bisa memveto
keputusan senat yang tidak dia sukai. Augustus juga memegang kendali atas
pasukan sehingga dia bisa menyingkirkan orang yang menghalangi jalannya. Sistem
ini, yaitu Romawi dipimpin oleh kaisar namun senat dan konsul tetap ada, terus
berjalan selama 1500 tahun sampai akhirnya Romawi runtuh yang di akibatkan oleh
korup, lemah dan serangan dari perbatasan terutama inggris utara, jerman utara
dan daerah yang dekat dengan laut hitam [5].
B.
PENINGGALAN
KEBUDAYAAN
1.
Seni
Bangunan
Bangsa Romawi memiliki keahlian yang tinggi dalam bidang seni bangunan-mereka
telah menemukan sistem beton sehingga bangunan-bangunan mereka bertahan
beberapa abad dan dapat ditemukan bekas-bekasnya sekarang. Peninggalan
bangunan-bangunan Romawi itu antara lain:
· Puluhan kuil yang bertebaran di kota Roma
· Pantheon yaitu rumah dewa bagi bangsa Romawi.
· Limes yaitu tembok pertahanan yang panjangnya puluhan kilometer, lebar 2,5 m dan tingginya 6 m
· Amphiteater dan Colloseum yaitu bangunan berbentuk stadion yang dapat menampung ratusan ribu penonton. Bangunan itu berfungsi sebagai tempat untuk pertunjukan hiburan.
· Puluhan kuil yang bertebaran di kota Roma
· Pantheon yaitu rumah dewa bagi bangsa Romawi.
· Limes yaitu tembok pertahanan yang panjangnya puluhan kilometer, lebar 2,5 m dan tingginya 6 m
· Amphiteater dan Colloseum yaitu bangunan berbentuk stadion yang dapat menampung ratusan ribu penonton. Bangunan itu berfungsi sebagai tempat untuk pertunjukan hiburan.
Masyarakat Romawi umumnya menyenangi hiburan. Pertunjukan
yang diadakan di Collosium antara lain Chairot yaitu kereta perang yang ditarik
oleh beberapa ekor kuda. Gladiator yaitu perkelahian antara manusia dengan
manusia atau manusia dengan binatang buas, ini terjadi pada tahun 75 M.[6]
· Circus Maximus untuk pertunjukan hiburan sirkus.
· Forum Romanum yaitu gedung pemerintahan.
· Cloaca Maxima adalah saluran pengairan untuk menyalurkan kelebihan air hujan yang hingga sekarang terpelihara dengan baik.
· Aquaduk yaitu bangunan saluran air bersih. Bangunan fisik yang dibangun oleh Romawi memiliki multi fungsi contoh: jalan raya di atas untuk mempercepat gerakan tentara dari pusat ke daerah sedangkan di bawahnya untuk keperluan irigasi. Salah satu jalan raya yang kuat yaitu Via Apia yang masih terpelihara hingga sekarang.
· Circus Maximus untuk pertunjukan hiburan sirkus.
· Forum Romanum yaitu gedung pemerintahan.
· Cloaca Maxima adalah saluran pengairan untuk menyalurkan kelebihan air hujan yang hingga sekarang terpelihara dengan baik.
· Aquaduk yaitu bangunan saluran air bersih. Bangunan fisik yang dibangun oleh Romawi memiliki multi fungsi contoh: jalan raya di atas untuk mempercepat gerakan tentara dari pusat ke daerah sedangkan di bawahnya untuk keperluan irigasi. Salah satu jalan raya yang kuat yaitu Via Apia yang masih terpelihara hingga sekarang.
Bangsa Romawi juga membuat jalan raya yang dulunya merupakan jalan kampong,
contohnya yang ada di Foss Way, East anglia, London ke Chester dll[7].
2. Seni Sastra
2. Seni Sastra
Pada awalnya perkembangan karya sastra Romawi mendapat pengaruh yang kuat dari
Yunani namun berangsur-angsur karya mereka menampakkan ciri khas Romawi.
Selain penulisan buku Aeneis karangan Vergelius dan karya Yulius Caesar
berjudul De Bello Gallica masih banyak karya sastra yang dihasilkan oleh para
pujangga Romawi kuno. Antara lain:
·
Horatius dengan karyanya berjudul Oda
· Livius, seorang sejarahwan yang menulis buku berjudul Magnum Opus
· Lucretuis, seorang filsuf dan penyair. Yang mengembangkan ajaran filsuf Yunani terkenal yaitu Epi Curuc karyanya berjudul Hukum Alam ditulis dalam bentuk puisi yang mengupas materi itu terdiri dari atom.
· Ovidius menghasilkan karya sastra berjudul Metamorphoses.
· Cicero yang ahli pidato corator dan memperoleh gelar “Bapak Prosa Latin”.
· Quintilianus, seorang Orator terkenal dan guru retotika karya utamanya berjudul Institutio Oratorio menjadi buku pelajaran baku pidato Latin.
· Seneca seorang penulis dan pengacara, hasil karyanya disebut Dialog. Ia adalah guru kaisar Nero.
3. Ilmu Pengetahuan
· Livius, seorang sejarahwan yang menulis buku berjudul Magnum Opus
· Lucretuis, seorang filsuf dan penyair. Yang mengembangkan ajaran filsuf Yunani terkenal yaitu Epi Curuc karyanya berjudul Hukum Alam ditulis dalam bentuk puisi yang mengupas materi itu terdiri dari atom.
· Ovidius menghasilkan karya sastra berjudul Metamorphoses.
· Cicero yang ahli pidato corator dan memperoleh gelar “Bapak Prosa Latin”.
· Quintilianus, seorang Orator terkenal dan guru retotika karya utamanya berjudul Institutio Oratorio menjadi buku pelajaran baku pidato Latin.
· Seneca seorang penulis dan pengacara, hasil karyanya disebut Dialog. Ia adalah guru kaisar Nero.
3. Ilmu Pengetahuan
Dalam bidang ilmu pengetahuan bangsa
Romawi meneruskan pengetahuan yang telah berkembang pada jaman Yunani kuno.
Diantara para ilmuwan Romawi antara lain Galen, ahli dalam bidang obat-obatan,
anatomi, dan fisiologi. Lucretius yang mengikuti jejak Epicurus dan pendapat
materi itu terdiri dari atom.
Bangsa Romawi lebih menekankan segi kepraktisan, bukan teori semata. Sumbangan
bangsa Romawi di bidang kedokteran dan obat-obatan sangat besar bagi dunia
sekarang. Mereka telah menggunakan radas kedokteran seperti pada gambar di
atas. Radas kedokteran tersebut ditemukan di Pompeii, salah satu diantara 200
perkakas kedokteran untuk memeriksa bagian dalam ibu yang mengandung. Radas
yang disebut spekulum ini menyerupai radas yang digunakan jaman sekarang.
Para dokter berhasil melakukan
operasi gondok, amandel, dan batu ginjal. Para dokter berhasil menolong
kelahiran seorang bayi yang tidak dapat dilahirkan secara normal yang disebut
operasi caesar (disebut demikian karena pertama kali untuk melahirkan Yulius
Caesar). Banyak istilah-istilah kedokteran sekarang yang menggunakan bahasa
Latin.
Pendidikan sangat diperhatikan yang mengajarkan tentang hukum, bahasa,
pengetahuan obat-obatan, berpidato, patriotisme dan pendidikan jasmani sehingga
lahirlah istilah “mensana in corporesano”.
Pada Zama Romawi sudah di kenal katrol yang di gunakan sebagai alat untuk
menaikkan air yang di gunakan untuk keperluan irigasi, yang menggunakan
kombinasi 16 Roda air di dekat Aries, di daerah dekat Prancis[8].
7. Pemerintahan, Militer dan Hukum
Tata pemerintahan Romawi tersusun rapi yang dijalankan dengan beberapa sendi
sebagai berikut :
Ø pemerintahan sentralisasi, berpusat
pada kaisar.
Ø pelaksanaan ketertiban dan keamanan
secara ketat.
Ø komunikasi antara pemerintah pusat
dengan daerah terpelihara dengan baik didukung oleh sarana dan prasarana yang
baik.
Ø Hirarki dimulai di
imperium-pretectur-dioceses-propinsi untuk mempertahankan kekuasaan atas
wilayah yang sangat luas ditempuh siasat devide et impera yang kemudian banyak
ditiru oleh bangsa-bangsa modern yang melakukan penjajahan contohnya Belanda di
Indonesia.
Ø Bangsa
Romawi mampu mengorganisir kekuatan militernya dengan rapi. Istilah-istilah
yang digunakan itu masih dikenal dalam dunia militer hingga sekarang misalnya
legiun, devisi, kavaleri, infantri dan lain-lain. Semangat bela negara yang
disebut patria protesta ditanamkan sedini mungklin terhadap warga negaranya.
Istilah tersebut berkembang menjadi kata patriot yang Anda kenal di
Indonesia.
Ø Di bidang hukum bangsa Romawi
memberikan sumbangan yang besar dalam menegakkan keadilan. Konsep bahwa semua
orang sama di depan hukum serta adanya asas praduga tak bersalah telah
dikembangkan pada hukum Romawi kuno. Hukum Romawi adil dan manusiawi. Hukum
Romawi berkembang melalui proses sejarah yang panjang sejak pertengahan abad 5
SM sampai lahirnya kitab hukum masa kaisar Yustinianus abad 6 masehi. Kaisar
Yustinianus mengkodifikasikan (membukukan) hukum-hukum Romawi dari kaisar-kaisar
yang memerintah sebelumnya. Kodifikasi hukum itu disebut Corpus Yuris atau
Codex Yustinianus. Codex berisi kumpulan hukum dasar atau konstitusi sejak
jaman Theodosius. Selain Codex ada Pandect yaitu kumpulan pendapat para ahli
hukum. Codex Yustinianus dijadikan dasar penyusunan Codex Napoleon yang
dikembangkan lebih lanjut menjadi hukum modern hingga sekarang.
Perbandingan antara peradaban Yunani dan Romawi :
1. Kehebatan bangsa Romawi dibandingkan dengan Yunani dalam seni bangunan adalah Sistem beton
2. Peninggalan bangunan keagamaan yang memiliki kesamaan fungsi untuk pemujaan di Yunani adalah : kuil Partenon, Romawi : Pantheon
3. Tembok pertahanan atau Limes memiliki kesamaan fungsi
dengan bangunan serupa di negara Cina
4. Colloseum adalah Bangunan seperti stadion untuk berbagai pertunjukan dan hiburan misalnya: Gladiator, perkelahian singa dengan manusia dan lain-lain
5. Wiracarita Aeneas karya Vergelius dapat disetarakan dengan karya besar jaman Yunani berjudul Illiad dan Odyssal karangan Homerus
4. Colloseum adalah Bangunan seperti stadion untuk berbagai pertunjukan dan hiburan misalnya: Gladiator, perkelahian singa dengan manusia dan lain-lain
5. Wiracarita Aeneas karya Vergelius dapat disetarakan dengan karya besar jaman Yunani berjudul Illiad dan Odyssal karangan Homerus
6. Militerisme di Romawi menyerupai kehidupan militer di
Yunani terutama Polis Sparta
7. Negarawan Yunani dan Romawi yang mengembangkan hukum adalah Yunani: Solon dan Perikles, Romawi : Yustinianus
7. Negarawan Yunani dan Romawi yang mengembangkan hukum adalah Yunani: Solon dan Perikles, Romawi : Yustinianus
BAB II
SISTEM KEPERCAYAAN
Ketika kerajaan Romawi berdiri, kepercayaan masyarakat masih bersifat anisme [9].
Bangsa Romawi memuja beberapa roh seperti:
Bangsa Romawi memuja beberapa roh seperti:
- Vesta yaitu roh pengurus api tungku
- Lares yaitu roh penjaga rumah tangga dan batas ladang keluarga
- Penates yaitu roh penjaga lumbung
Peradaban Romawi juga mendapat pengaruh besar dari peradaban Yunani termasuk kepercayaan yang bersifat Polytheisme. Bangsa Romawi juga menyembah dewa-dewa bangsa Yunani namun namanya disesuaikan dengan nama-nama Romawi.[10]
- Lares yaitu roh penjaga rumah tangga dan batas ladang keluarga
- Penates yaitu roh penjaga lumbung
Peradaban Romawi juga mendapat pengaruh besar dari peradaban Yunani termasuk kepercayaan yang bersifat Polytheisme. Bangsa Romawi juga menyembah dewa-dewa bangsa Yunani namun namanya disesuaikan dengan nama-nama Romawi.[10]
Mitologi Romawi adalah kumpulan legenda Romawi tentang dewa-dewi Romawi yang
berawal dan tersebar melalui tradisi lisan. Mitologi ini memiliki persamaan
dengan mitologi Yunani, terutama mengenai mitologi tentang para dewa.
1. Hercules
Hercules adalah tokoh dalam
mitologi Romawi. Dalam mitologi Yunani dia dikenal sebagai Herakles.
2. Pluto
Dalam mitologi Romawi, Pluto adalah dewa dunia
bawah. Dalam mitologi Yunani dia disebut Hades.
3.Yupiter
Dalam mitologi Romawi, Jupiter atau Jove adalah
raja para dewa, dan dewa langit dan petir. Dalam mitologi Yunani dia dikenal
sebagai Zeus. Ia dipanggil Iuppiter (atau Diespiter) Optimus Maximus ( “Dewa
Terbaik dan Terbesar”).
4.
Venus
Venus adalah salah satu yang terkenal dalam sejarah mitologi Romawi. Dewi ini
diasosiasikan dengancinta dan kecantikan, identik dengan Aphrodite dan Etruscan
deity Turan dari mitologi Yunani.
5.
Mars
Dalam mitologi Romawi adalah dewa perang, putra dari
Juno dan Jupiter,suami Bellona, dan kekasih Venus. Dia adalah dewa militer yang
utama dan disembah oleh legiun Romawi. Dalam mitologi Yunani, Mars dikenal
dengan nama Hermes.
6. Neptunus
Neptunus (bahasa Latin: Neptūnus) adalah dewa air dan laut
pada mitologi Romawi, saudara kandung Yupiter dan Pluto. Ia serupa, tetapi
tidak sama dengan dewa Poseidon dari Mitologi Yunani.
Setelah lahirnya agama kristen, ditanah Judea yang merupakan wilayah kekaisaran
Romawi maka agama yang baru ini mulai berkembang bahkan sampai di Roma sebagai
pusat pemerintahan. Penyebaran ke arah barat dilakukan oleh Petrus dan Paulus.
Penganut agama kristen semakin banyak terutama dari golongan budak (kaum
tertindas).
Para kaisar Romawi lalu memerintahkan pasukannya untuk menindas penganut agama kristen Karena ajaran agama kristen dapat menggoyahkan sendi-sendi kekuasaan kaisar. Ajaran tersebut adalah:
a. bersifat monotheisme sedangkan agama Romawi bersifat polytheisme,
b. menolak pendewaan kaisar,
c. menolak perbudakan, dan
d. menolak wajib militer dan berperang.
Pada masa Kaisar Nero berkuasa, Ia tega membunuh ibunya
sendiri, istrinya juga gurunya dan membakar kota Roma serta menuduh bahwa orang
kristenlah yang melakukan perbuatan itu sebagai alasan untuk menganiaya mereka.[11]
Berkaitan dengan kepercayaan itu berkembanglah bangunan
pemujaan terhadap dewa-dewi seperti gedung Pantheon yaitu rumah dewa bagi
bangsa Romawi. Setelah agama kristen ditetapkan sebagai agama negara maka Roma
kemudian menjadi pusat agama Roma Katolik dengan pemimpinnya yang disebut Paus
serta dibangun gereja yang megah dikenal sebagai gereja Santo Petrus.
Dari kepercayaan Romawi di atas terdapat nama-nama dewa yang juga dipakai untuk nama-nama planet di jagat raya.
a) Yupiter,
b) Mars,
c) Mercurius
d) Venu
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Romawi
Kuno adalah
sebuah peradaban yang tumbuh dari negara-kota Roma yang
didirikan di Semenanjung Italia di sekitar abad ke-9 SM. Romawi
terletak di Semenanjung Alpenina (sekarang Italia). Lembah pegunungan Apenina merupakan
lahan subur dan dan cocok dijadikan sebagai lahan pertanian.
Peradaban Romawi terletak di negara
Italia yang beribu kota di Roma. Menurut kepercayaan, kata Romawi berasal dari
nama nenek moyang bangsa Romawi, yaitu Remus&Romulus yang merupakan anak
dari Rhea Silva, salahsatu keturunan Aeneas (pahlawan perang Troya).
Ketika kerajaan Romawi berdiri, kepercayaan
masyarakat masih bersifat animism, kemudian berkembang menjadi kepercayaan
politheisme dan menjadi agama Kristen.
Peninggalan bangunan-bangunan Romawi itu antara lain:
Puluhan kuil yang bertebaran di kota Roma, Pantheon yaitu rumah dewa bagi
bangsa Romawi, Limes, Amphiteater dan Colloseum.
Dalam bidang ilmu pengetahuan bangsa
Romawi meneruskan pengetahuan yang telah berkembang pada jaman Yunani kuno.
Bangsa Romawi lebih menekankan segi kepraktisan, bukan teori semata. Sumbangan
bangsa Romawi di bidang kedokteran dan obat-obatan sangat besar bagi dunia
sekarang.
DAFTAR
PUSTAKA
Bateman, graham. 2002. library of
congress cataloging in publication data. Andromeda oxfort limited :
hongkong halaman 19
Rika moniarti.2002. Sejarah
Peradaban Kuno.Mitra sarana : Bandung halaman 37
Marshal, Anne. 2003. Era
Bangsa-bangsa di dunia. Pakar Raya : Suka maju.
Hegel,G.W.F.2005.Filsafat
sejarah.Pustaka pelajar : Yogyakarta
Clarke, Penny. 2008. Dunia
sejarah singkat. Golden Books : Yogyakarta halaman 41
Eddy, Sutrisno dkk. 2002. Buku
pintar kisah penemuan sepanjang zaman-Energi. Inovasi : Jakarta Halaman 5
Eddy, Sutrisn. 2002. Buku pintar
kisah penemuan sepanjang zaman-Transfortasi. Inovasi : Jakarta
[1] Bateman, graham. 2002. library of
congress cataloging in publication data. Andromeda oxfort limited : hongkong
halaman 19
[3]
Rika moniarti.2002. sejarah peradaban kuno.Mitra
sarana : Bandung halaman 37-38
[5]
Clarke, Penny. 2008. Dunia sejarah singkat. Golden Books :
Yogyakarta halaman 43
[6]
Clarke, Penny. 2008. Dunia sejarah singkat. Golden Books :
Yogyakarta halaman 41
[7] Eddy,
Sutrisn. 2002. Buku pintar kisah penemuan sepanjang zaman-Transfortasi. Inovasi
: Jakarta Halaman 5-6
[8] Eddy,
Sutrisno dkk. 2002. Buku pintar kisah penemuan sepanjang zaman-Energi. Inovasi
: Jakarta Halaman 5
[11]
Rika moniarti.2002. sejarah peradaban kuno.Mitra
sarana : Bandung halaman 39
Tidak ada komentar:
Posting Komentar